PT. Ganesha Bohal Sukses
Our services as a geotechnical engineering consultant involves providing expert advice on soil and rock behavior for construction projects, including conducting site investigations, analyzing data, and designing foundations, slopes, and other earth structures.
We have a strong understanding of geotechnical analysis and monitoring, and may include preparing reports and specifications, supervising geotechnical work, and working on both underground and surface projects.

Direktur Utama
Kami melayani Jasa dalam Penyelidikan Tanah, Konsultasi Perencanaan Geoteknik dan Investigasi Masalah Geoteknik.
Our Services
- Investigasi lokasi: Melakukan survei, analisis tanah, dan pengujian di lokasi berteknologi tinggi untuk menilai kondisi tanah.
- Analisis dan desain geoteknik: Menerapkan pengetahuan untuk merancang dan menganalisis fondasi, struktur penahan, lereng, dan sistem berbasis tanah atau batuan lainnya.
- Penyusunan laporan dan proposal: Membuat laporan terperinci, spesifikasi, dan proposal teknis untuk berbagai proyek.
- Pemantauan dan supervisi: Memantau kinerja proyek, seperti pergerakan lereng dan kapasitas tiang pancang, serta mengawasi pekerjaan geoteknik untuk memastikannya memenuhi rencana dan standar.
- Evaluasi risiko: Menilai risiko proyek berdasarkan kondisi spesifik lokasi dan data geologi
A. Site Investigation
Land Slading
A landslide consultant is a professional with expertise in landslide risk assessment, mitigation, and management, often hired to perform tasks like creating hazard maps, designing stabilization measures, developing training programs, and reviewing land use plans. These roles typically require a background in engineering, geology, or disaster management and skills in GIS and remote sensing
studi Kasus Proyek
Permasalahan utama land sliding pada lereng clay shale adalah kerentanannya terhadap pelapukan (terutama akibat perubahan cuaca dan kelembaban) dan hilangnya kekuatan geser tanah. Ketika tanah clay shale terpapar secara terus-menerus terhadap udara atau air, dapat terjadi retakan (fissures) yang memicu pelapukan. Proses ini sangat menurunkan kuat geser tanah, terutama saat air permukaan masuk dan terakumulasi di dasar lereng, yang dapat memicu longsor.
Settlement Embankment
An embankment consultant is typically a specialized geotechnical engineer who provides expert advice on the design, construction, and stability of earth structures like dams, levees, and roads, with a focus on areas like soil settlement and ground conditions.
studi Kasus Proyek
Permasalahan utama terjadinya settlement embankmen toll road ini adalah akibat adanya daerah spot lapisan tanah lunak yang tidak tercakup dalam penyeldikan tanah, dimana spot daerah tersbut adalah bekas kolam galian tambang pasir yang tidak dilakukan pemadatan. Daerah ini terdapat pada jarak 20 m dari titik kordinat penyeldikan tanah pada tahap perencanaan.
Hal ini didapat dari photo topographi sebelum pekerjaan dan pengambilan data tanah pada tiga titik disekitar terjadinya settlement/penurunan tanah timbunan badan jalan tol.
B. Konsultan Perencana
Perencana dan Pengawasan Pekerjaan Geoteknik
Kami berpengalaman dalam hal pekerjaan jasa perencana dibidang infra struktur Jalan dan Jembatan, Mining dan bangunan gedung berupa: Disain Pondasi Struktur, Perkuatan Tanah/Lereng, Analisa Konsolidasi, Analisa Seepage, Perbaikan Tanah, dan Analisa Gempa;
C. Penyelidkan Tanah
Pekerjaan Survey Geology Tanah untuk Kebutuhan Konstruksi
Pembuatan peta geoteknik adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data kondisi tanah dan batuan untuk membuat peta yang mengidentifikasi karakteristik geologi, potensi bahaya, dan daya dukung lahan. Proses ini melibatkan investigasi di lapangan, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, dan diakhiri dengan analisis serta interpretasi data untuk penyusunan peta
Pengumpulan Data dan Investigasi Awal:
- Melakukan survei awal untuk mengumpulkan data geologi, topografi, dan kondisi lingkungan di lokasi.
- Mengidentifikasi area yang memiliki potensi risiko geoteknik seperti longsor atau ketidakstabilan lereng.
Penyelidikan Lapangan (In Situ Test):
- Bor: Dilakukan untuk menggali lubang dan mengambil sampel tanah.
- Standard Penetration Test (SPT): Pengujian untuk mengukur kekuatan tanah secara langsung di lapangan.
- Sondir (Cone Penetration Test/CPT): Uji penetrasi untuk mengukur resistensi kerucut terhadap tanah.
- Pengukuran Muka Air Tanah: Dilakukan menggunakan pisometer untuk mengetahui kedalaman muka air tanah
Penyelidikan Laboratorium:
- Uji Kadar Air: Menentukan kandungan air dalam tanah.
- Analisis Gradasi Butir: Mengklasifikasikan ukuran butiran tanah.
- Atterberg Limit Test: Menentukan batas-batas konsistensi tanah.
- Uji Triaxial: Mengukur kekuatan geser tanah.
- Uji Konsolidasi: Mengetahui potensi penurunan tana
- Menentukan karakteristik tanah: Mengetahui stratifikasi, kepadatan, kekuatan, dan jenis lapisan tanah di lokasi proyek.
- Menentukan daya dukung tanah: Mengetahui kemampuan tanah untuk menopang beban bangunan secara aman.
- Memilih jenis pondasi: Berdasarkan hasil penyelidikan, dapat ditentukan jenis pondasi yang paling efisien dan aman, seperti pondasi dangkal (misalnya, pondasi batu kali) atau pondasi dalam (seperti tiang pancang atau tiang bor).
- Mencegah kegagalan konstruksi: Menghindari kesalahan perencanaan yang dapat mengakibatkan kerusakan struktur di kemudian hari.
